Selasa, 10 September 2024

Sistem budaya sosial mahasiswa dengan keluarga dan masyarakat


 1. Sistem sosial budaya mahasiswa dengan keluarga

     saya lahir dan besar di sidoarjo, saya anak ke-2 dari tiga bersaudara. saya mempunyai kakak laki-laki yang berencana untuk kuliah di luar negeri dan mempunyai adek perempuan masih SD. keluarga saya bisa dibilang jarang berkomunikasi satu dengan yang lainnya. tapi keluarga saya memiliki hubungan yang sangat erat dan harmonis.

      Di dalam keluarga pastinya kita diajarkan banyak hal yang positif contohnya bersikap sopan santun terhadap orang tua, mengucapkan perkataan yang positif, dan jujur. Bagi saya itu semua sangatlah penting untuk kita menjalankannya, baik itu kepada orang tua maupun orang lain karena kita akan mendapatkan timbal balik yang sesuai dengan apa yang kita berikan kepada orang tua/orang lain.

      Dalam keluarga saya sendiri itu di tanamkan yang namanya budaya bahasa (berbahasa yang halus) baik itu kepada keluarga, saudara ,dan orang lain. Hal ini sangatlah di tekankan kepada seluruh anggota keluarga saya, dari sinilah saya di bentuk untuk menjadi orang yang lebih sopan, baik itu di kalangan keluarga maupun di kalangan masyarakat, menjaga bahasa kepada siapapun ini menjadi budaya tersendiri dalam keluarga saya yang di tanamkan sejak dini. Bagi saya berperilaku tidak sopan dan kurangnya rasa hormat kepada orang tua sangatlah tidak pantas untuk di lakukan. Mengingat generasi muda saat ini kurangnya sikap sopan dan rasa hormat.

    lambat laun budaya berbahasa di keluarga saya sendiri itu memiliki perubahan yang dulunya cuma berbicara menggunakan bahasa jawa saja. namun sekarang diwajibkan kepada seluruh anggota keluarga saya untuk mempelajari bahasa asing juga. hal ini bukan tanpa alasan karena dunia kerja saat ini banyak yang membutuhkan karyawan yang bisa berbahasa asing terutama bahasa inggris biasanya dan inilah yang menjadi salah satu alasan keluarga saya mewajibkan seluruh anggota keluarga untuk belajar bahasa asing.





2. Sistem sosial budaya masyarakat daerah asal mahasiswa 


HAUL PARA PENDIRI DESA

      
      Inilah salah satu tradisi masyarakat di desa saya, tradisi ini diadakan dalam rangka mengingat wafatnya Mbah Rawu, Mbah Sorogati dan Mbah Uyung. Tujuan diadakannya tradisi ini adalah tidak lain untuk mempererat hubungan tali silaturahmi antara dusun satu dengan dusun yang lainnya.

     tradisi ini dikemas dengan acara-acara keagamaan pastinya seperti khataman al-qur'an, membaca tahlil, sholawatan dll. dan tadisi ini dulunya cuma dilakukan perdusun saja, lama kelamaan tradisi ini diadakan secara bersama-sama mengingat bahwa Mbah Rawu, Mbah Sorogati, Mbah Uyung adalah orang-orang yang berjasa bagi desa saya.

       setelah rentetan acara ini selesai biasanya masyarakat akan manuju ke balai desa untuk menonton pertunjukan wayang yang dibuka untuk umum, dan para masyarakat sekitar juga tidak melewatkan kesempatan ini untuk berjualan untuk meningkatkan ekonimi mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sistem budaya sosial mahasiswa dengan keluarga dan masyarakat

 1. Sistem sosial budaya mahasiswa dengan keluarga       saya lahir dan besar di sidoarjo, saya anak ke-2 dari tiga bersaudara. saya mempuny...